KUPANG, PENA INDONESIA— Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FKPTT) menyatakan dukungan penuh terhadap aksi kemanusiaan “1000 Lilin: Satu Nyala, Seribu Doa untuk Flores” yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Kota Kupang. Aksi terpusat di kawasan Bundaran Tirosa (Bundaran PU), Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Keterlibatan FKPTT dalam aksi penyalaan lilin dan penggalangan dana ini ditujukan untuk memperkuat rasa solidaritas serta menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban terdampak bencana alam di wilayah Flores.
Ketua FKPTT, Eurico Guterres, menegaskan bahwa penderitaan yang dialami warga di lokasi bencana merupakan penderitaan bersama seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif kemanusiaan ini. Aksi ini menjadi pengingat bahwa penderitaan saudara-saudara kita di Flores adalah penderitaan kita bersama di NTT,” kata Eurico di lokasi kegiatan.
Atas nama FKPTT dan elemen masyarakat yang hadir, Eurico menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia mengimbau warga Flores yang sedang terdampak agar tetap tegar dan membina rasa optimisme selama proses pemulihan.
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam bagi seluruh korban. Kepada sahabat dan keluarga besar kami yang berada di Flores pascabencana ini, tetap semangat dan terus berpengharapan. Kita tidak berjalan sendiri, doa serta dukungan moral dari Kota Kupang senantiasa menyertai perjuangan pemulihan di sana,” ujarnya.
Poin Penting dan Tuntutan Aksi
Aksi yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut tidak sekadar menjadi simbol belasungkawa, tetapi juga membawa misi konkret terkait penanganan bencana:
- Penaikan Solidaritas Antardaerah: Menggalang kepedulian publik Kupang untuk membantu beban ekonomi dan psikologis korban bencana Flores.
- Penggalangan Dana: Mengumpulkan bantuan finansial secara terbuka dari masyarakat yang melintas di kawasan Bundaran Tirosa.
- Pengawalan Bantuan Kemanusiaan: Aliansi berkomitmen mengawasi arus penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan langsung diterima oleh warga yang membutuhkan.
Desakan Tanggap Bencana: Menuntut pemerintah daerah maupun pusat untuk melakukan langkah penanganan bencana secara cepat, terukur, dan komprehensif dari fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini melibatkan puluhan organisasi pemuda, insan media, hingga elemen lintas agama di Kota Kupang. Seluruh rangkaian doa bersama dan penggalangan dana berlangsung tertib serta khidmat di bawah pengamanan ketat personel Polresta Kupang Kota. (LL/gpi)
