KUPANG, PENA INDONESIA – Gabungan masyarakat sipil, mahasiswa, hingga aliansi organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Kupang menggelar Aksi 1.000 Lilin sebagai bentuk solidaritas atas musibah bencana alam yang melanda kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aksi tersebut tidak sekadar menjadi ajang doa bersama dan ekspresi belasungkawa, tetapi juga diiringi tuntutan tegas kepada pemerintah pusat terkait status penanganan bencana.
Koordinator Aksi, Daud Nenotek, menegaskan bahwa eskalasi dampak bencana di Flores memerlukan perhatian serius dan penanganan berskala besar dari pemerintah pusat.
“Kami mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menetapkan status bencana di Flores sebagai Bencana Nasional. Langkah ini krusial guna mempercepat mobilisasi sumber daya, alokasi anggaran, serta percepatan penanggulangan di lapangan,” ujar Daud Nenotek dalam pernyataannya.
Selain mendesak penetapan status Bencana Nasional, terdapat beberapa poin utama lain yang disuarakan dalam aksi tersebut:
- Apresiasi Langkah Awal Pemerintah: Pihaknya mengapresiasi upaya dan kerja keras yang telah dilakukan pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam penanganan darurat di lokasi bencana.
- Pengawalan Penyaluran Bantuan: Aliansi berkomitmen untuk mengawal ketat seluruh proses penyaluran bantuan kemanusiaan agar berlangsung transparan, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh korban tanpa terkecuali.
- Penghargaan atas Kepedulian Publik: Menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas gelombang bantuan yang terus mengalir dari pelbagai daerah, sektor swasta, perorangan, hingga elemen masyarakat luas.
Partisipasi Luas Lintas Elemen
Aksi solidaritas ini dihadiri oleh spektrum kelompok masyarakat yang cukup luas di Kota Kupang. Berdasarkan pantauan di lapangan, barisan pendukung terdiri dari elemen pemuda, kelompok pengusaha, organisasi mahasiswa, hingga ormas keagamaan dan adat.
Beberapa pihak dan lembaga yang tercatat hadir mendukung aksi ini antara lain:
- Elemen Pemuda & Mahasiswa: Generasi Z, BEM Nusantara, BEM IKMAR, BEM Poltekkes Kemenkes Kupang, FMN, Garuda Kupang, Pemuda Katolik, Pemuda GMIT, serta mahasiswa asal Flores.
- Organisasi Masyarakat & Tokoh: Euriko Guterres dan kawan-kawan, FKPTT Kota Kupang, Grib Jaya, Brigade Meo, Garis, Garda Triple X, Tim Regulasi CS, Srikandi Czan, LTI, IPF, OKP Regio Timor, serta Roy Bulan dari Luna Foundation.
- Dunia Usaha & Media: Apindo NTT, PSMTI Kota Kupang, Kadin Kota Kupang, insan media online, dan Komunitas Wartawan Indonesia.
- Komunitas & Lintas Umat: Komunitas Seniman Kota Kupang, Arema NTT, serta elemen masyarakat lintas umat beragama.
Selain penyaluran aspirasi dan penyalaan lilin, komunitas kreatif Ngeriitzzzz Kota Kupang juga turut mendampingi kegiatan dengan menggelar penggalangan dana secara langsung di lokasi untuk disalurkan kepada para korban bencana di Flores. (LL/gpi)
