MAUMERE, PENA INDONESIA— Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026) siang. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan penanganan pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores pagi harinya berjalan secara maksimal.
Setibanya di Kota Maumere, Gubernur yang didampingi Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII Kupang, pimpinan DPRD NTT, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka langsung menyisir sejumlah lokasi terdampak.
“Hari ini kami dari Forkopimda Provinsi NTT memantau langsung penanganan bencana gempa Flores,” ujar Gubernur Melki.
Ia menegaskan, koordinasi penanganan dilakukan secara intensif melalui seluruh jajaran pemerintahan, TNI, dan Polri hingga tingkat kabupaten.
“Kami terus memantau laporan korban jiwa, luka-luka, dan kerusakan yang terjadi. Data ini terus kami update,” tegasnya.
Update Sementara: 33 Meninggal Dunia, 23 Luka-Luka
Berdasarkan data sementara hingga peninjauan berlangsung, korban meninggal dunia akibat gempa tercatat 33 orang:
- Manggarai: 14 orang
- Manggarai Timur: 14 orang
- Sikka: 3 orang
- Nagekeo: 1 orang
- Manggarai Barat: 1 orang
Sementara itu, 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka:
- Ende: 13 orang
- Sikka: 6 orang
- Manggarai: 4 orang
Gubernur menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring proses pencarian, evakuasi, serta pendataan tim di lapangan.
Selain menelan korban jiwa, gempa merusak sejumlah fasilitas dan infrastruktur di Flores. Di Kabupaten Sikka, kerusakan melanda Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere, sementara kerusakan infrastruktur juga dilaporkan di wilayah Kabupaten Ende.
Sejumlah ruas jalan yang tertimbun longsor mulai ditangani intensif oleh Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT, dan Dinas PUPR kabupaten terkait. Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi pun terus dipacu secara bertahap.
Gubernur Melki memastikan seluruh sumber daya pemerintah dan unsur Forkopimda dikerahkan penuh untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat.
Kebutuhan Pengungsi Jadi Prioritas Utama
Selain evakuasi, kebutuhan dasar pengungsi menjadi perhatian utama pemerintah.
“Fokus saat ini adalah tim SAR membantu evakuasi korban yang masih terjebak di bangunan. Selanjunya, memastikan logistik makan dan minum pengungsi yang rumahnya tidak bisa dipakai terjamin dengan baik,” tegas Melki.
Pemerintah juga memastikan ketersediaan tempat tinggal sementara, terutama tenda dan selimut. Melki bahkan menginstruksikan seluruh personel lapangan untuk langsung mendistribusikan bantuan mendesak yang ada di daerah tanpa menunggu kiriman luar.
Koordinasi Status Bencana dengan Pusat
Terkait penetapan status bencana, Pemprov NTT telah memproses penetapan status Bencana Provinsi, sementara koordinasi dengan pemerintah pusat terus berjalan untuk penanganan lanjutan.
“Kewenangan kami untuk menjadi bencana provinsi sudah diproses. Mengenai status bencana nasional, itu kewenangan pemerintah pusat. Kami menyajikan data apa adanya, biarkan pusat yang memutuskan,” ujar Melki.
Ia menambahkan, jajaran pemerintah pusat dijadwalkan segera meninjau langsung kondisi di NTT untuk mendukung penanganan bencana.
Kehadiran Gubernur bersama Forkopimda di lokasi terdampak merupakan wujud komitmen agar seluruh proses tanggap darurat berjalan cepat, terpadu, tepat sasaran, serta memastikan masyarakat Flores mendapat dukungan penuh selama masa pemulihan. (ria)
