KUPANG, PENA INDONESIA— Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, memimpin langsung koordinasi respons cepat penanganan bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores. Konferensi pers darurat digelar di Lobby Utama Mapolda NTT, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Turut hadir dalam kordinasi ini Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, Wadan Lantamal VII Brigjen TNI (Mar) Nawawi, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama, Kepala Basarnas Kupang Mexianus Bekabel, serta jajaran BPBD Provinsi NTT.
“Sebagai Gubernur NTT, saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga besar kita di Flores yang tertimpa musibah. Laporan awal menunjukkan kerusakan sangat serius, terutama di wilayah utara Flores,” tegas Melki.
Pemprov NTT telah menginstruksikan seluruh bupati di Flores untuk bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan, mencakup pendataan kerusakan infrastruktur, korban jiwa, maupun korban luka. Data di lapangan terus dimutakhirkan secara berkala oleh tim gabungan.
“Data belum bisa disajikan secara utuh karena tim SAR di setiap kabupaten masih terus bergerak di lapangan untuk memastikan dampak kerusakan dan kaji cepat,” tambah Melki.
Atensi Presiden dan Penanganan Pusat
Penanganan bencana ini mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Pusat. Melki mengonfirmasi telah membangun komunikasi intensif dengan pihak istana dan lintas kementerian sejak Sabtu pagi.
“Bapak Presiden memberikan atensi langsung melalui Mensesneg. Sejumlah menteri, mulai dari Mensos, Menkes, Mendikbudristek, hingga Menteri PUPR, Perhubungan, dan pihak telekomunikasi serta energi, sudah menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” terangnya.
Forkopimda Bertolak ke Lokasi
Sebagai langkah nyata penanganan darurat, Gubernur Melki bersama jajaran Forkopimda NTT bertolak menuju lokasi terdampak di Flores pada Sabtu siang menggunakan pesawat udara.
“Siang ini saya bersama Pak Kapolda dan unsur Forkopimda langsung terbang ke Flores untuk meninjau beberapa titik kabupaten terdampak secara langsung. Kita pastikan bantuan dan pemetaan penanganan berjalan presisi,” jelasnya.
Laporan Sementara Korban Jiwa
Hingga Sabtu pagi, Pemprov NTT mengonfirmasi lima orang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, dengan rincian dua korban di Kabupaten Sikka dan tiga korban di Kabupaten Manggarai.
Verifikasi identitas dan penambahan data korban masih terus berjalan di bawah koordinasi tim lapangan. Melki mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi spekulatif yang memicu kepanikan, serta hanya merujuk pada data resmi BMKG, BPBD, dan otoritas pemerintah.
Selain mengandalkan armada pemerintah, Melki mengajak para pelaku usaha di Flores, khususnya penyedia pasokan bahan pangan dan logistik, untuk bergotong-royong membantu warga terdampak.
Peringatan Tsunami Resmi Berakhir
Pada kesempatan yang sama, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengonfirmasi status ancaman tsunami pascagempa utama telah selesai.
”Peringatan dini tsunami resmi dinyatakan berakhir pada pukul 08.30 WITA,” tegas Arief.
Meski ancaman tsunami telah berlalu, masyarakat Flores diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan, dan terus memantau informasi resmi dari saluran pemerintah. (Ria/gpi)
