Jakarta, PENA INDONESIA- Program SMK Go Global memasuki tahap selanjutnya yakni Kick Off pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Program yang menjadi inisiatif dan direktif dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini diimplementasikan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang membentuk satgas di 20 wilayah KP2MI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memantau dan menyaring para calon pekerja migran Indonesia yang diproyeksikan dapat mengisi berbagai sektor pekerjaan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional.
Acara kick off yang berlangsung di Balai Diklat Industri, Jakarta Timur ini yang dihadiri oleh para tamu undangan dan peserta yang hadir secara langsung maupun secara daring.
Program SMK Go Global ini bekerja sama dengan beberapa kementerian yakni Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Kementerian Perindustrian.
Turut hadir Menteri P2MI Muktharudin bersama Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dan Zulfikar Ahmad Tawalla bersama para tamu undangan dan perwakilan para mitra beserta para perwakilan peserta yang hadir.
Menteri P2MI Muktharudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa program SMK Go Global merupakan langkah strategis pemerintah untuk memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia dan menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.
“SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” kata Mukhtarudin.
Ia juga mengatakan program SMK Go Global bukan hanya mengejar jumlah peserta, tetapi memastikan keterampilan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.
Program tersebut menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar melalui pelatihan upskilling bagi calon pekerja migran yang telah memiliki dasar kompetensi.
“Yang kita siapkan bukan sekadar tenaga kerja untuk diberangkatkan, tetapi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu memenuhi standar kebutuhan industri di negara tujuan,” ujar Mukhtarudin.
Kementerian P2MI juga menyiapkan 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja BP3MI. Program tersebut ditargetkan menghasilkan 500.000 Pekerja Migran terampil secara bertahap hingga 2029.
Para peserta nantinya diproyeksikan mengisi peluang kerja di sejumlah negara tujuan strategis, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Turki, Taiwan, Maladewa, serta negara-negara di kawasan Eropa.
Program SMK Go Global ini juga bukan hanya di tujukan untuk peserta lulusan SMK saja melainkan juga untuk masyarakat umum.
Program ini juga memberikan kesempatan kepada para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari kompetensi teknis, K3, Soft Skill dan komunikasi, budaya kerja dan adaptasi, bahasa asing hingga pemahaman perjanjian kerja dan pelindungan diri. (ria)
