KUPANG, PENA INDONESIA— Pemerintah Kota Kupang menyiapkan dua skema bantuan resmi untuk membantu penanganan dampak bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat di wilayah Flores. Langkah ini mencakup pengalokasian Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD sebesar Rp500 juta serta penggalangan dana sukarela dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN).
Skema pertama difokuskan pada pemanfaatan anggaran daerah melalui BTT sebesar Rp500 juta. Penggunaan dana darurat ini telah disepakati bersama oleh Pemkot dan DPRD Kota Kupang. Untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas di lapangan, bantuan BTT tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, melainkan dikonversi langsung menjadi bantuan logistik dan barang kebutuhan pokok sesuai hasil asesmen kebutuhan warga terdampak.
Selain dukungan APBD, Pemkot Kupang membuka saluran donasi sukarela melalui rekening “Pemkot Peduli Gempa Flores” di Bank NTT. Penggalangan dana ini melibatkan seluruh jajaran pegawai, termasuk Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis. Memasuki hari kedua, dana sukarela yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp30 juta dan diperkirakan terus bertambah. Pemkot menegaskan aksi penggalangan dana ini bersifat imbauan sukarela tanpa beban kewajiban nominal.
Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyatakan, aksi kemanusiaan untuk korban gempa Flores tidak boleh terhalang oleh sekat administratif antardaerah. Sebagai bagian dari provinsi NTT, Kota Kupang berkewajiban mengambil peran aktif dalam merespons situasi darurat bencana yang dialami daerah tetangga.
Penggabungan alokasi anggaran resmi daerah dan donasi internal ASN ini diharapkan mempercepat pendistribusion bantuan fisik ke titik-titik lokasi pengungsian di Flores. (dw/gpi)
