MANGGARAI, PENA INDONESIA— Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) sekaligus Ketua Fraksi PSI DPRD NTT, Junaidin, turun langsung menemui warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai pada Senin (17/8). Kunjungan ini dilakukan guna menyalurkan bantuan logistik sekaligus memantau kondisi pengungsi di lapangan.
Berdasarkan data di lapangan, saat ini terdapat sedikitnya 41 titik tenda pengungsian yang tersebar di wilayah Kabupaten Manggarai. Para korban gempa hingga kini masih bertahan di fasilitas darurat tersebut dengan keterbatasan bahan pangan dan kebutuhan pokok.
Junaidin menegaskan bahwa aksi turun ke lapangan ini bukan sekadar agenda kunjungan simbolis, melainkan langkah nyata untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Mereka tidak hanya membutuhkan kata-kata, tetapi juga kepedulian, bantuan nyata, dan kehadiran kita secara langsung,” ujar Junaidin di sela-sela peninjauan.
Dengar Langsung Keluhan Pengungsi
Selain menyerahkan paket bantuan, Junaidin memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga. Ia mendengarkan berbagai aspirasi, keluhan, serta kekhawatiran masyarakat terkait ketidakpastian kondisi mereka selama berada di tenda darurat.
Bertepatan dengan momentum Peringatan Kemerdekaan RI, ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah situasi krisis. Kehadiran negara di lapangan menjadi bukti bahwa masyarakat tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana seorang diri.
“Di momen kemerdekaan ini, kita ingin membuktikan bahwa pemerintah dan perwakilan masyarakat harus hadir. Masyarakat Manggarai tidak sendirian,” tegasnya.
Komitmen Jangkau Area Terisolir
Melihat skala dampak bencana yang luas, Junaidin bersama tim PSI NTT berkomitmen untuk melanjutkan penyisiran ke area terdampak di kabupaten lain. Fokus penyaluran berikutnya akan diarahkan ke kawasan pelosok yang selama ini sulit diakses dan belum tersentuh bantuan secara maksimal.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi ketimpangan distribusi bantuan yang sering kali hanya berpusat di wilayah yang dekat dengan jalur utama atau pusat kota.
Junaidin menyadari bahwa bencana alam merupakan kejadian di luar kendali manusia. Oleh karena itu, skema penanganan yang efektif membutuhkan kerja sama dan rasa solidaritas dari berbagai pihak.
“Bencana yang kita hadapi ini terjadi di luar dari prediksi dan kemampuan kita secara manusia. Tapi yakinlah, selama kita saling bergandengan tangan, saling tolong dan saling menjaga, maka niscaya kita bisa melewati ini bersama,” pungkasnya.
Pihak PSI NTT memastikan proses pemetaan dan penyaluran bantuan akan terus berjalan secara bertahap hingga seluruh titik pengungsian, terutama di area terluar, mendapatkan perhatian yang layak. (dw/gpi)
