Kupang, Pena Indonesia— Aula Fernandez, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), bergemuruh pada Jumat (28/8). Setelah delapan bulan menanti kepastian pejabat definitif, posisi orang nomor tiga di Pemprov NTT resmi terisi. Fransiskus Sales Sodo dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) NTT menggantikan Kosmas Lana yang purna bakti sejak Oktober 2025.
Karangan bunga membanjiri lantai satu hingga lantai empat Kantor Gubernur. Hadir dalam acara tersebut deretan pejabat Forkopimda, para Bupati dan Wali Kota, pimpinan perangkat daerah, hingga pimpinan BUMN/BUMD.
Di antara deretan tamu penting itu, tampak sosok Servulus Bobo Riti. Kehadirannya menyedot perhatian. Servulus terbang langsung dari Jakarta bukan sekadar menghadiri acara, melainkan menunjukkan kelasnya sebagai birokrat sejati. Ia merupakan satu dari tiga calon Sekda yang diusulkan Gubernur NTT Melki Laka Lena ke Presiden RI, bersama Fransiskus Sales Sodo dan Ruth Laiskodat.
Sikap ksatria Servulus mendapat apresiasi terbuka dari Gubernur Melki Laka Lena saat menyampaikan sambutan.
“Ada satu yang datang khusus dari Jakarta, mohon berdiri Pak Servulus,” ujar Melki, yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Servulus berdiri, melempar senyum, dan memberi hormat kepada Gubernur serta para tamu undangan.
Melki mengungkapkan, saat menyampaikan Keputusan Presiden terkait nama Sekda terpilih via telepon, ia sengaja mengundang Servulus secara khusus agar hadir dan memberikan dukungan moral secara langsung dalam proses tersebut.
Menanggapi kehadirannya, Servulus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya. Ia menilai dinamika seleksi berjalan secara transparan dan independen.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Melki yang mengundang dan turut menyebut nama saya dalam forum resmi pelantikan Sekda NTT terpilih tersebut. Terima kasih juga kepada Pansel yang terdiri dari akademisi NTT yang tidak main-main, karena kepakaran mereka menjadi pertaruhan independensinya. Saya sungguh beruntung pernah berhadapan dengan mereka,” tegas Servulus via pesan WhatsApp, Sabtu (29/8/2026) malam.
Ia juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada keluarga, serta setiap pribadi dan aktor yang telah memberikan doa serta dukungan sepanjang proses seleksi. Bagi Servulus, tidak terpilih sebagai Sekda sama sekali tidak mengendurkan komitmennya untuk daerah.
“Mencintai dan berkarya bagi ikut membangun NTT tercinta bisa dalam begitu ragam jalan penjembatanannya. Walaupun jabatan Sekda NTT tetap yang menjadi tujuan, tapi tidak berhenti mencintai NTT,” katanya tajam.
Dalam proses seleksi lalu, Servulus sempat menawarkan terobosan konkret, di antaranya mewujudkan NTT sebagai Provinsi Kepulauan serta penguatan infrastruktur Big Data melalui gagasan ‘Satu Data Bangun NTT’. Ia menolak keras gagasan pemekaran wilayah yang dinilainya hanya sarat kepentingan politik sektoral.
“Saya tidak sepakat dengan gagasan memecah NTT dengan berbagai manuver untuk usul bentuk provinsi, karena akhirnya kita hanya kerja politik atas nama ekonomi rakyat. Sementara ekonomi rakyat itu sendiri terus dimanipulasi dan diabaikan karena political interest yang lebih kuat,” ujarnya.
Mengakhiri keterangannya, Servulus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memajukan daerah dan menjaga keutuhan Flobamora.
“Mari kita terus mencintai NTT dengan ikut serta membangun daerah tersebut. Mari kita merawat Provinsi NTT yang dibangun tahun 1958 menuju 100 Tahun NTT pada tahun 2058. Kita NTT bisa dan besar jika Flobamora terus digaungkan dan dijaga,” tutupnya.(ria)
