KUPANG, PENA INDONESIA— Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmen kuatnya dalam pembangunan sektor kesehatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusianya. Melalui kolaborasi dengan gerakan edukasi komunitas GenBio “BioMom“, Pemkot Kupang berupaya mewujudkan visi besar menjadikan Kota Kupang sebagai kota probiotik demi melahirkan keluarga yang sehat dan tangguh.
Program bertajuk “Sehat Dimulai dari Dalam: Gerakan Bersama Menuju Kota Kupang Lebih Sehat” ini berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Kegiatan edukasi ini resmi dimulai di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang dan dilanjutkan ke berbagai posyandu serta puskesmas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melalui Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang,
dr. drg. Retnowati, M. Kes. menyampaikan bahwa esensi utama dari pembangunan daerah tidak melulu soal fisik atau infrastruktur, melainkan berfokus pada kualitas manusianya.
“Rumah yang sehat melahirkan keluarga yang sehat, dan keluarga yang sehat akan melahirkan kota yang sehat. Pemerintah Kota Kupang memiliki komitmen yang sangat kuat soal kesehatan, dan ini sejalan dengan visi misi Kota Kupang,” tegas dr. Retno.
Gerakan BioMom yang diinisiasi oleh Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma—siswa kelas XI Tzu Chi School PIK—hadir ke Kupang sebagai kota kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kota Serang, Banten. Gerakan berbasis komunitas ini berfokus menyederhanakan ilmu kesehatan agar mudah dipahami, khususnya mengenai pentingnya menjaga kesehatan pencernaan sebagai langkah preventif keluarga.
Dalam pelatihan ini, para ibu rumah tangga dan warga diajarkan langsung cara membuat water kefir, sebuah minuman probiotik hasil fermentasi rumah tangga yang kaya bakteri baik. Selain aspek kesehatan usus yang membuat keluarga lebih produktif, gerakan ini juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui produksi probiotik skala rumah tangga.
”Visi kami sederhana, yakni menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” ungkap Swiluva dalam rilis persnya.
Pelaksanaan program di Kupang ini turut melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tokoh masyarakat, hingga komunitas warga. Kolaborasi erat ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif bahwa kesehatan sebuah kota besar selalu dimulai dari fondasi terkecil, yaitu kesehatan di dalam rumah.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
