KUPANG, PENA INDONESIA — WaliKota Kupang dr Christian Widodo menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis di wilayah kota kupang. Hal ini dibuktikan melalui kegiatan Tracing (Pelacakan) TBC Terintegrasi yang digagas melalui sinergi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang dan Tim Eksekutif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kota Kupang pada Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat ini dipusatkan di RT 04, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, dan mendapat dukungan penuh secara langsung dari Pemerintah Kota Kupang.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WITA hingga pukul 15.00 WITA ini disambut antusias oleh warga setempat. Berdasarkan pantauan di lokasi, alur pelayanan dibagi ke dalam beberapa pos krusial untuk memastikan pemeriksaan berjalan tertib, mulai dari Meja 1 untuk Registrasi data warga hingga Meja 2 untuk Skrining Gejala TBC oleh tenaga medis dan relawan.
Kehadiran unsur pimpinan daerah turut memperkuat legitimasi dan semangat program ini. Acara tersebut juga dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, yang hadir memantau langsung jalannya proses skrining dan penelusuran kontak erat pasien TBC di tengah permukiman warga.
Melalui kegiatan kolaboratif seperti ini, Pemkot Kupang bersama Dinkes dan Eksekutif PKBI Kota Kupang berharap penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding) dapat dilakukan lebih dini.
Langkah cepat ini diyakini mampu memutus mata rantai penularan TBC sekaligus mewujudkan masyarakat Kota Kupang yang lebih sehat dan bebas dari TBC (TOSS TBC). (dwn/gpi)
