KUPANG, PENA INDONESIA — Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama DPD PSI Kota Kupang menggelar konferensi pers di Sekretariat DPW PSI NTT, Kupang, Senin (27/7). Langkah ini diambil untuk mengklarifikasi simpang siur informasi di masyarakat terkait rencana kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, ke wilayah NTT.
Pengurus PSI NTT menegaskan bahwa kehadiran Joko Widodo merupakan pemenuhan atas undangan resmi partai serta respons terhadap aspirasi masyarakat NTT. Kunjungan tersebut dipastikan murni sebagai agenda silaturahmi dan ruang dialog warga, bukan bentuk politik praktis atau konsolidasi tertutup.
“Kehadiran Bapak Joko Widodo ke NTT adalah bentuk respons atas undangan kami di PSI dan harapan masyarakat. Ini merupakan ruang terbuka untuk memperkuat komunikasi, menyalurkan aspirasi, serta mempererat hubungan antara masyarakat NTT dengan tokoh nasional,” ujar perwakilan pimpinan PSI NTT dalam keterangan resminya.
Guna menjaga kondusivitas daerah, PSI NTT mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh spekulasi maupun narasi memecah belah yang marak beredar di media sosial jelang kedatangan mantan Kepala Negara tersebut.
“Perbedaan pandangan politik adalah hal wajar, namun kepentingan dan kemajuan NTT harus tetap menjadi prioritas bersama. Kita manfaatkan momentum ini untuk menyuarakan aspirasi pembangunan daerah dan kesiapan generasi muda NTT dalam berkontribusi bagi Indonesia,” lanjutnya.
Klarifikasi ini dikeluarkan seiring beredarnya sejumlah narasi tidak akurat dan modus penipuan di media sosial. Salah satunya terkait pesan singkat WhatsApp yang mencatut nama pejabat publik untuk menggalang dana penyambutan. Dinas Kominfo Kota Kupang telah memastikan bahwa pesan tersebut merupakan modus penipuan dan menegaskan tidak ada penggalangan dana dari pemerintah daerah.
Selain isu penggalangan dana, spekulasi mengenai adanya konsolidasi politik tertutup juga dibantah tegas oleh PSI. Pihak partai memastikan agenda kunjungan sepenuhnya merupakan safari silaturahmi pascamasa jabatan beliau.
Masyarakat juga diminta mewaspadai penyebaran video kerumunan massa yang diklaim sebagai penyambutan terbaru. Video-video yang beredar di media sosial tersebut diketahui merupakan dokumentasi lama saat kunjungan kerja resmi Presiden ke Maumere dan Labuan Bajo pada periode jabatan sebelumnya yang diunggah ulang tanpa konteks waktu yang tepat.
Editor: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
