KUPANG, PENA INDONESIA— Ruang Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang Jumat 24 Juli 2026 dipenuhi sorak-sorai dan keceriaan ratusan anak pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Kupang. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, momentum ini dirancang sebagai langkah nyata menciptakan ruang inklusif sekaligus menginisiasi kajian ilmiah kondisi psikologis bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).
Sejak pagi, suasana di lokasi acara berlangsung semarak. Dua sosok maskot jenaka menyambut kedatangan peserta di area registrasi, menghadirkan tawa dan interaksi hangat sebelum memasuki ruang utama. Guna memastikan pemenuhan gizi selama kegiatan, panitia bersama mitra seperti Nestle dan Sari Roti turut menyediakan stan makanan serta minuman sehat gratis bagi seluruh anak.
Rangkaian acara diawali secara khidmat melalui doa pembuka, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirigen.
Penyamaan Persepsi dan Komitmen Pemenuhan Hak Anak
Dalam sambutannya, Direktur Badan Eksekutif PKBI Cabang Kota Kupang yaitu Maria Lidwina Ratna Srijuwita menegaskan komitmen organisasi untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak anak, khususnya terkait kesehatan reproduksi, kesetaraan, perlindungan dari kekerasan, serta penyediaan ruang yang aman dan inklusif.
“Anak-anak adalah pemilik masa depan, namun pemenuhan hak mereka ditentukan oleh keputusan yang kita buat hari ini. PKBI Kota Kupang berkomitmen menjaga garda terdepan dalam mendorong ruang aman, edukasi kesehatan reproduksi dan mental, serta memberikan panggung bagi anak-anak untuk bersuara,” ungkapnya.
Penjabat Walikota Kupang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang (sekaligus Plt. Sekda), Ignasius Repelita Lega, S.H. (Ignas Lega), secara resmi membuka perhelatan tersebut. Membacakan sambutan tertulis Walikota, Ignas Lega menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi PKBI dalam mendampingi keluarga dan melindungi anak-anak di Kota Kupang.
“Pembangunan sebuah kota bukan hanya soal jalan yang baik, gedung yang tinggi, atau investasi yang besar. Ukuran keberhasilan sebuah kota juga ditentukan oleh apakah anak-anaknya tumbuh dengan sehat, aman, percaya diri, bebas dari kekerasan, serta memiliki harapan untuk meraih cita-cita,” ujar Ignas Lega saat membacakan sambutan Walikota Kupang.
Ia juga menyampaikan pesan khusus Pemkot Kupang kepada para pejabat dinas terkait—termasuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, KPA Kota Kupang, serta LPKA Kupang—agar ke depan terbangun kolaborasi yang lebih solid dan luas, sehingga agenda perlindungan anak dapat berlangsung lintas sektor secara berkelanjutan.
Usai sesi pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan dokumentasi foto bersama antara pejabat dinas, Pengurus PKBI Cabang Kota Kupang, Pengurus PKBI Provinsi NTT, dan para tamu undangan, disusul pembagian kudapan sehat secara simbolis.
Pendampingan Psikologis: Basis Data Awal Solusi Kesehatan Mental
Sesi utama kegiatan diisi dengan pendampingan psikologis dan interaksi edukatif bersama psikolog PKBI Provinsi NTT, Mozes L. Touw, M.Psi.
Pendampingan ini memiliki fokus strategis, yakni mengkaji kondisi psikologis dan kesehatan mental anak-anak berkebutuhan khusus serta anak-anak yang sedang menjalani pembinaan di LPKA. Interaksi dan pemetaan langsung ini difungsikan sebagai data awal bagi PKBI Cabang Kota Kupang bersama Pemerintah Kota Kupang untuk merumuskan kajian komprehensif, intervensi psikologis, serta kebijakan berbasis data dalam menangani persoalan anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Rangkaian perayaan Hari Anak Nasional ini ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat antara pengurus, psikolog, pendamping, dan para orang tua, membawa semangat kolektif untuk memastikan Kota Kupang menjadi rumah yang aman, ramah, dan ramah bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
