KUPANG, GARIS PENA INDONESIA — Langkah konkret percepatan penurunan angka stunting di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur terus dipacu melalui kolaborasi lintas sektor. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara El Tari Kupang merangkul Pemerintah Kota Kupang meluncurkan program intervensi gizi bertajuk “Inhury Airport Lawan Stunting” pada Selasa (21/7/2026).
Program ini menjadi wujud eksekusi nyata dari Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani manajemen bandara bersama Pemkot Kupang sejak awal tahun, fokus pada sinkronisasi pembangunan daerah dan efektivitas program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL).
Intervensi Gizi Rp123 Juta untuk Generasi Penfui
Sebagai bentuk penetrasi langsung di basis pelayanan kesehatan masyarakat, PT Angkasa Pura Indonesia mengucurkan alokasi bantuan intervensi gizi senilai Rp123 juta.
Skema intervensi ini tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan fisik, melainkan mencakup pendampingan gizi secara intensif selama tiga bulan ke depan yang dipusatkan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penfui. Pendekatan terukur ini dirancang untuk memastikan peningkatan status gizi anak-anak penerima manfaat berjalan secara terpantau dan berkelanjutan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan Saiman, menegaskan bahwa keterlibatan sektor korporasi dalam penanganan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di Kota Kupang.
Sinergi Lintas Sektor
Peluncuran program yang diawali ibadah syukur bersama Pdt. Viviano Ola ini dihadiri oleh jajaran eksekutif daerah, legislatif, tenaga kesehatan, hingga aparatur kewilayahan.
Hadir mewakili Penjabat Walikota Kupang dr. Christian Widodo, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefri Pelt mengapresiasi konsistensi PT Angkasa Pura Indonesia yang dinilai aktif mengambil peran strategis dalam percepatan pembangunan daerah.
Turut hadir mendukung jalannya program tersebut:
- Pemerintah Kota Kupang: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang Hengky C. Malelak, serta perwakilan Bagian Kerja Sama (Ibu Ema Lora mewakili Kabid Djoni Domisius Bire).
- DPRD Provinsi NTT: Anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi PSI, Filmon Loasana.
- Dinas Kesehatan & Faskes: Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kupang (dr. Trio mewakili Kadis drg. Retnowati), Kepala UPTD Puskesmas Penfui drg. Haryono beserta jajaran teknis, serta perwakilan Puskesmas Bakunase dan Oebobo.
- Aparatur Wilayah: Camat Maulafa Imanuel Aprianus Eliaser, Camat Oebobo, Lurah Naimata Fiktor Stefen Ibu, S.H., Plt. Lurah Naebonat, unsur TNI-Polri, serta para tokoh masyarakat dan keluarga penerima manfaat.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemkot Kupang menekankan bahwa rekam jejak kerja sama dengan Bandara El Tari telah terbangun solid di berbagai lini, mulai dari tata kelola retribusi, PBB, hingga pemanfaatan aset daerah.
Dampak Berkelanjutan untuk NTT
Seiring bertransisinya Bandara El Tari Kupang menuju standar operasional internasional, manajemen berkomitmen agar dampak pertumbuhan bisnis penerbangan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan paket bantuan intervensi gizi secara simbolis kepada keluarga penerima manfaat serta doa bersama untuk keberlanjutan program penanganan stunting di Kota Kupang.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
