KUPANG, PENA INDONESIA — Pengelolaan sampah berbasis komunitas di Kota Kupang memasuki babak baru. Melalui kerja sama antara Kupang Green and Clean (KGC) Liliba dan Bank Sampah Mutiara Timor, pengelolaan sampah kini resmi beralih ke sistem aplikasi digital menjadikannya sebagai satu-satunya bank sampah berbasis digital pertama di Kota Kupang.
Penerapan teknologi ini menggantikan metode konvensional yang sebelumnya bergantung pada pencatatan manual di buku. Kini, seluruh riwayat penimbangan, jenis sampah, hingga nilai tabungan warga tercatat secara transparan dan terintegrasi otomatis dalam aplikasi ponsel pintar.
Langkah digitalisasi ini dirancang untuk menjawab berbagai kendala operasional lapangan. Untuk mengantisipasi potensi masalah seperti perangkat rusak, ponsel hilang, atau keterbatasan kuota internet, sistem telah dilengkapi dengan fitur pencadangan data (backup). Hal ini menjamin seluruh data transaksi serta saldo tabungan warga tetap aman dan tidak hilang.
Sejauh ini, jenis sampah terpilah yang paling dominan dikumpulkan oleh warga Liliba adalah sampah kertas dan botol plastik. Melalui pola pelayanan penjemputan langsung (jemput bola), warga mendapatkan kemudahan tanpa harus mengantar sampah secara mandiri, sementara saldo dari hasil pilahan sampah dapat dialokasikan untuk pemotongan iuran sampah bulanan.
Satu di antara perwakilan tim Bank Sampah Mutiara Timor, yang akrab disapa Ria menegaskan pentingnya terobosan digital ini dalam membangun efisiensi dan kepercayaan masyarakat.
”Program jemput bola berbasis aplikasi ini sangat membantu dan direspons baik oleh warga. Selain mempermudah proses pencatatan di lapangan, masyarakat juga merasakan langsung manfaatnya karena sampah yang mereka pilah bisa menghasilkan nilai ekonomis untuk bayar iuran bulanan,” terangnya dalam wawancara.
Sebagai pelopor bank sampah digital pertama di Kota Kupang, kolaborasi KGC Liliba dan Bank Sampah Mutiara Timor diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain. Pemanfaatan teknologi ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang tertata dan modern mampu mendorong kesadaran lingkungan sekaligus memberikan dampak finansial yang nyata bagi warga. (LL/gpi)
