KUPANG, PENA INDONESIA — Upaya mencegah penyebaran Tuberkulosis (TB) terus dilakukan Pemerintah Kota Kupang melalui penguatan sinergi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang dan Eksekutif PKBI Kota Kupang. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Sinergi tersebut kembali terlihat dalam kegiatan tracing TB, Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di RT 32/RW 13, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Kegiatan berlangsung di rumah Ketua RT 32, Yopi Benu. Dinkes Kota Kupang dan Eksekutif PKBI Kota Kupang terlibat dalam kegiatan ini. Puskesmas Sikumana turut memberikan dukungan. Pemeriksaan radiologi juga didukung tenaga kesehatan dari RSUD Ben Mboi.
Tracing dilakukan sebagai bagian dari upaya menemukan secara dini kemungkinan kasus TB di tengah masyarakat. Langkah ini penting karena TB merupakan penyakit menular yang dapat menyebar melalui udara, terutama ketika penderita TB aktif batuk, bersin, atau berbicara.
Penanganan TB tidak hanya berbicara soal mengobati mereka yang sudah sakit. Menemukan kasus sedini mungkin dan menelusuri orang-orang yang memiliki risiko kontak erat menjadi bagian penting untuk memutus rantai penularan.
Lingkungan tempat tinggal juga memiliki peran besar dalam pencegahan. Masyarakat perlu mengenali gejala TB, seperti batuk yang berlangsung lama, demam, berkeringat pada malam hari, tubuh mudah lelah hingga mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Jika menemukan gejala tersebut, masyarakat diimbau tidak menunda pemeriksaan. Semakin cepat seseorang diperiksa dan mendapatkan penanganan, semakin kecil pula risiko penularan kepada anggota keluarga maupun orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan tracing di Sikumana sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran bahwa TB bukan penyakit yang harus disembunyikan. Dengan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, TB dapat ditangani. Dukungan keluarga dan lingkungan juga menjadi faktor penting agar penderita dapat menjalani pengobatan hingga tuntas.
Kolaborasi antara Dinkes Kota Kupang, Eksekutif PKBI Kota Kupang, Puskesmas Sikumana dan RSUD Ben Mboi menunjukkan bahwa pengendalian TB membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga pemerintah, komunitas, keluarga hingga masyarakat di tingkat RT dan RW.
Dukungan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk melalui langkah aktif menemukan dan mencegah penyebaran penyakit menular.
Dari lingkungan terkecil, upaya memutus rantai TB terus dibangun. Sebab, mencegah TB bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keluarga dan lingkungan agar tetap sehat. (LL/gpi)
