Kupang, PENA INDONESIA – Upaya penyelamatan balita dari ancaman wasting (gizi kurang dan gizi buruk) di Kota Kupang kini memasuki babak baru lewat penerapan platform terintegrasi PELITA KESMAS. Kehadiran sistem digital ini menjadi sorotan utama dalam agenda “Penguatan Pencatatan dan Pelaporan Gizi Buruk melalui PELITA KESMAS sebagai bagian dari Implementasi Research dan Pilot Cascade Wasting” yang digelar pada 23–26 September 2026.
Kegiatan kolaboratif bersama Kementerian Kesehatan RI dan UNICEF ini menempatkan platform PELITA KESMAS sebagai kompas utama untuk memperkuat alur penanganan gizi buruk di tingkat tapak, khususnya fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) dan Puskesmas di Kota Kupang.
Platform PELITA KESMAS merubah pendekatan penanganan gizi buruk secara signifikan. Sistem ini tidak sekadar menghitung jumlah kasus, melainkan melacak secara real-time rekam jejak intervensi medis, memantau grafik perkembangan kesehatan anak, hingga mempercepat alur rujukan medis secara berjenjang.
Melalui sistem data yang presisi, setiap kasus balita wasting yang ditemukan di tingkat Puskesmas hingga rumah sakit dapat langsung terdeteksi dan mendapatkan tindakan medis yang cepat.
“Data bukan sekadar deretan angka. Di balik setiap data gizi buruk, ada jiwa seorang anak yang membutuhkan pertolongan, perhatian, dan penanganan secara cepat. Penguatan pencatatan melalui sistem ini vital agar setiap kasus yang ditemukan jelas status penanganannya dan terpantau perkembangkan kesehatannya,” ungkap Ruth Diana Laiskodat, S.Si., Apt., MM, dalam pembukaan agenda tersebut.
Melalui skema pilot cascade wasting dan riset kolaboratif ini, integrasi data PELITA KESMAS difokuskan untuk mengasah respons cepat para tenaga kesehatan di lapangan. Penanganan gizi buruk dinilai butuh kecepatan dan ketepatan respons agar mampu mengakselerasi penurunan angka stunting.
“Goal kita bukan sekadar mempercantik kualitas data, melainkan mengasah kualitas respons. Begitu ada anak teridentifikasi mengalami wasting, mereka harus langsung mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya,” tegasnya.
Dukungan penuh dari Kemenkes RI dan UNICEF melalui penguatan sistem PELITA KESMAS ini menjadi pijakan krusial bagi pelayanan kesehatan masyarakat Kota Kupang. Dengan integrasi data yang akurat dan responsif, anak-anak yang mengalami masalah gizi dapat tertangani sejak dini demi mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat. (DWN/gpi)
