KUPANG, PENA INDONESIA— Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tengah ancaman krisis lingkungan tak lagi bisa mengandalkan aksi tunggal. Kolaborasi lintas sektor kini menjadi kunci utama dalam memangkas risiko kesehatan berbasis lingkungan sekaligus membangun ketahanan warga di Kota Kupang. Semangat sinergi ini terpancar kuat dalam dialog dan aksi lingkungan yang mempertemukan Catholic Relief Services (CRS) Cabang Kupang, akademisi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana), pakar ahli, hingga elemen komunitas lokal.
Forum ini menegaskan pesan esensial: menciptakan ruang pemukiman yang sehat, aman, layak huni, serta tangguh terhadap perubahan iklim bagi generasi mendatang hanya bisa terwujud bila pemerintah, akademisi, lembaga swadaya, dan masyarakat berjalan bersama dalam satu barisan.
Langkah padu ini sekaligus menguatkan komitmen pimpinan daerah akan pentingnya pola kerja sama multipihak demi menjamin derajat kesehatan publik.
“Semboyan Walikota Kupang dr. Christian Widodo bahwa kalau kita mau jalan cepat kita jalan sendiri, tapi kalau mau jalan jauh kita jalan sama-sama,” tegas Ignasius dalam sambutannya, seraya menekankan bahwa isu kompleks seperti lingkungan dan kesehatan warga mustahil diselesaikan secara parsial atau sektoral.
Dalam simpul kolaborasi ini, Faperta Undana memasok sumbangan pemikiran ilmiah dan gagasan berbasis sains yang presisi dengan kondisi ekologis lokal Kupang. Di sisi lain, CRS Cabang Kupang bersama jaringan komunitas menggerakkan pendampingan lapangan serta intervensi berbasis pemberdayaan warga secara langsung. Diskusi pun kian berbobot dengan kehadiran para narasumber yang membedah strategi aksi iklim tingkat lokal yang berdampak langsung pada penurunan risiko kesehatan berbasis lingkungan.
Menutup arahannya, Ignasius menitip harapan agar ruang dialog ini tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi aksi nyata yang konkret, kolaboratif, dan berjangka panjang.
“Bukan hanya untuk mendapatkan pengakuan sebagai kampung iklim, tapi lebih penting lagi untuk membuat lingkungan tempat kita hidup menjadi lebih aman, lebih sehat, dan nyaman bagi kita semua, bagi anak-anak kita, dan bagi generasi masa depan kita,” pungkasnya.
Melalui konsensus dan komitmen bersama ini, gerakan Kampung Iklim di Kota Kupang didorong untuk tidak sekadar berpuas diri menjadi pencapaian administratif semata. Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan menjadi pendorong utama lahirnya pemukiman yang bersih, tangguh, dan menopang derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (DWN/gpi)
