KUPANG,PENA INDONESIA – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Eksekutif PKBI Kota Kupang, terus menggencarkan langkah preventif penanggulangan Tuberkulosis (TBC). Kali ini, program Tracing TBC Terintegrasi menyasar kelompok usia remaja di Kota Kupang pada hari, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam membentengi kesehatan generasi muda sekaligus memutus mata rantai penularan TBC sejak dini di tengah masyarakat.
Acara yang berlangsung edukatif ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya skrining dan deteksi dini di ruang lingkup remaja agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Turut menyambut dan mendampingi jalannya kegiatan dengan penuh antusias, kepala sekolah salah satu SMA, Ibu Veronika, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program kesehatan strategis ini. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan dukungan kuat dalam mewujudkan Kota Kupang yang sehat dan bebas TBC.
Mengenal Lebih Dekat TBC dan Pentingnya Deteksi Dini
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru, meskipun dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Penularannya terjadi melalui udara ketika penderita TBC batuk, bersin, atau berbicara, tanpa sengaja menyebarkan percikan dahak yang kemudian terhirup oleh orang lain di sekitarnya.
Beberapa gejala umum TBC yang perlu diwaspadai antara lain:
Batuk beruntun atau berdahak selama 2 minggu atau lebih.
- Dahak bercampur darah atau batuk darah.
- Sesak napas dan nyeri dada.
- Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.
- Nafsu makan menurun, tubuh lemas, sering berkeringat pada malam hari meski tanpa aktivitas, serta demam meriang berkepanjangan.
Melalui kegiatan tracing terintegrasi ini, para siswa dan warga sekolah diedukasi bahwa TBC bukanlah penyakit keturunan atau kutukan, melainkan penyakit infeksi yang bisa disembuhkan total asalkan penderita patuh meminum obat secara tuntas sesuai anjuran medis.
Melalui sinergi lintas sektor antara Pemkot Kupang, Dinas Kesehatan, PKBI, dan pihak sekolah, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelajar serta masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kesehatan paru, mengenali gejala sejak dini, dan bersama-sama mewujudkan Kota Kupang yang sehat serta bebas TBC. (DWN/gpi)
