KOTA KUPANG, PENA INDONESIA— Perlindungan dan pemenuhan hak atas kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR) kini semakin berpihak pada kelompok rentan. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi menggelar acara Kick-off Program Body Talk 2.0, sebuah inisiatif kolaboratif bersama Yayasan NLR Indonesia yang difokuskan untuk mendampingi anak dan remaja dengan disabilitas serta penyintas kusta di wilayah Kota Kupang.
Sebagai implementing partner, PKBI Daerah NTT berkomitmen penuh untuk mendorong perubahan sosial yang lebih adil dan setara. Direktur Eksekutif PKBI Daerah NTT, Modesta Taufan, menegaskan bahwa program Body Talk 2.0 hadir dengan dua fokus dan tujuan utama:
- Peningkatan Pemahaman & Pengetahuan: Mengedukasi anak dan remaja disabilitas serta penyintas kusta agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR).
- Aksesibilitas Layanan Kesehatan: Mengupayakan agar mereka dapat menjangkau dan memanfaatkan layanan kesehatan reproduksi yang ramah, inklusif, dan berkualitas di berbagai fasilitas kesehatan Kota Kupang.
Sebagai langkah awal keberlanjutan program, Kecamatan Kota Raja dipilih menjadi wilayah implementasi perdana. Acara kick-off ini dihadiri oleh berbagai pihak lintas sektor yang berkomitmen untuk berkolaborasi, antara lain:
- Instansi Pemerintah: Dinas Kesehatan Kota Kupang, DP3A Kota Kupang, serta UPTD PPA.
- Pemerintah Setempat: Camat Kota Raja beserta para Lurah di wilayah Kecamatan Kota Raja.
- Sektor Pendidikan & Komunitas: Kepala sekolah dari sekolah-sekolah di wilayah setempat serta pimpinan lembaga/organisasi disabilitas yang aktif berjuang di Kota Kupang.
Melalui sinergi lintas institusi ini, PKBI NTT berharap keberadaan program Body Talk 2.0 tidak hanya menjadi agenda kegiatan semata, melainkan awal dari gerakan bersama. Kolaborasi dan koordinasi erat antar pemangku kepentingan diharapkan mampu memutus stigma, meruntuhkan hambatan akses, dan mewujudkan inklusi sosial yang sejati bagi seluruh anak dan remaja di Kota Kupang. (dwn/gpi)
