KUPANG, PENA INDONESIA— Kemeriahan dan kehangatan menyelimuti Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, pada Kamis (25/6/2026). Warga tumpah ruah merayakan kekayaan tradisi dalam Event Budaya Etnis Manggarai yang mengusung tema “Naring Mori Agu Naran” (Memuji Tuhan dan Menjaga Kehormatan/Nama Baik).
​Acara yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi kekayaan seni Manggarai, tetapi juga menjadi wadah pemersatu karena menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya dari lintas daerah. Tidak kalah menarik, event ini juga dipadukan dengan aksi sosial berupa pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar.
​Kepedulian Kesehatan dari Pemerintah Kota
​Kehadiran stan pengobatan gratis dalam festival budaya ini menjadi sorotan utama. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen dan keseriusan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dalam memprioritaskan kesehatan masyarakat.
​Warga memanfaatkan momentum ini dengan antusias untuk memeriksakan kesehatan mereka secara cuma-cuma. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah hadir langsung di tengah-tengah ruang budaya masyarakat.
​Budaya Sebagai Tali Persaudaraan dan Penggerak Ekonomi
​Wali Kota Kupang, Christian Widodo, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefri Pelt, S.H., membuka kegiatan ini secara resmi. Dalam sambutannya, Jefri Pelt menyapa hangat seluruh jajaran panitia, para pejabat yang hadir, serta segenap lapisan masyarakat Kota Kupang yang memadati lokasi acara.
​“Event seperti ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang berharga untuk mempererat tali silaturahmi antar-sesama masyarakat Kota Kupang yang majemuk, khususnya di Kelurahan Nunleu,” ujar Jefri Pelt saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang.
​Lebih lanjut, ada tiga poin penting yang disampaikan terkait esensi dari penyelenggaraan event budaya ini:
- ​Saling Memperkenalkan Budaya: Melalui ruang ini, setiap daerah dapat saling memperkenalkan keunikan budayanya, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai di tengah keberagaman.
- ​Menumbuhkembangkan Kebudayaan: Warisan leluhur harus terus dihidupkan agar menjadi tali persaudaraan yang semakin kokoh di Kota Kupang.
- ​Stimulus Ekonomi Lokal: Pemerintah Kota sangat mengapresiasi dampak berganda (multiplier effect) dari event ini, di mana sektor ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat sekitar dapat bergerak dan berputar selama acara berlangsung.
​Panggung Lintas Budaya yang Memukau
​Sesuai dengan semangat persatuan, panggung “Naring Mori Agu Naran” tidak hanya didominasi oleh tarian dan ritus khas Manggarai. Acara ini juga disemarakkan oleh berbagai pagelaran seni dari daerah lain yang ada di Kota Kupang.
​Kolaborasi ini menciptakan harmoni yang indah sekaligus menegaskan identitas Kota Kupang sebagai rumah bersama yang rukun dan berbudaya.
​Melalui perpaduan antara pelestarian budaya, penguatan ekonomi lokal, dan jaminan kesehatan gratis, Event Budaya Etnis Manggarai di Nunleu sukses mengirimkan pesan kuat: bahwa dalam keberagaman, warga Kota Kupang tetap satu dan saling menopang.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
