KUPANG, PENA INDONESIA — Pengukuhan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Fatukoa yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) menegaskan komitmen pemerintah tingkat lokal dalam memperkuat sektor kesehatan masyarakat. Gerakan PKK diproyeksikan menjadi garda terdepan untuk mengatasi isu kesehatan prioritas, seperti pencegahan stunting dan penataan kebersihan lingkungan di Kota Kupang.
Lurah Fatukoa, Ronitan Daddu Ngedi, S.M., menegaskan bahwa peran kader PKK sangat menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di tingkat tapak.
“PKK bukan sekadar mitra pendamping, melainkan tim kerja utama yang bergerak nyata di lapangan. Prioritas kita jelas: memperkuat kesehatan keluarga, menurunkan angka stunting, dan menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Ronitan dalam sambutannya pada acara pengukuhan tersebut.
Fokus Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga di Tingkat RT/RW
Dalam sinergi program Pemkot Kupang, TP PKK Kelurahan Fatukoa diinstruksikan untuk mengoptimalkan peran Pokja kesehatan dan lingkungan. Pendekatan berbasis keluarga dinilai paling efektif untuk mendeteksi serta menangani masalah tumbuh kembang anak dan sanitasi lingkungan secara dini.
Beberapa langkah fokus bidang kesehatan meliputi:
- Penanganan Stunting Terintegrasi: Mendorong edukasi gizi dan pemantauan rutin bagi balita dan ibu hamil di setiap wilayah RT dan RW.
- Kebersihan Lingkungan dan Sanitasi: Mengajak masyarakat menciptakan lingkungan hidup yang sehat guna mencegah timbulnya berbagai penyakit.
- Program Dapur Hijau: Memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman pangan bergizi guna menopang asupan nutrisi keluarga secara mandiri.
Penguatan Ekonomi dan Pelestarian Potensi Lokal
Selain agenda utama kesehatan, Lurah Fatukoa mendorong kader PKK dari Pokja 1 hingga Pokja 4 untuk mengelaborasi potensi lokal sebagai penopang ekonomi keluarga. Kader diajak memajukan home industry melalui kerajinan tenun ikat dengan pewarna alami, serta melestarikan seni dan tradisi tutur budaya khas Fatukoa.
Keteladanan dan Kerja Nyata Pengurus
Ronitan juga meminta seluruh pengurus PKK serta jajaran RT dan RW untuk aktif membangun komunikasi dan mengenali warga di wilayahnya masing-masing. Langkah ini penting agar program kesehatan dan pemberdayaan dapat menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.
“Pengukuhan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peranan gender dan hak perempuan dalam pembangunan. Jangan hiraukan narasi-narasi yang tidak produktif. Mari kita fokus pada kerja nyata demi kesehatan dan kemajuan warga Kelurahan Fatukoa,” tambahnya. (LL/gpi)
