KUPANG, PENA INDONESIA — Semangat warga Kelurahan Oebobo terlihat menonjol pada Kamis, 17 September 2026, saat memadati lokasi kegiatan Tracing TB Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini menghadirkan pelayanan medis langsung bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya penanganan penyakit menular di wilayah tersebut.
Program ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kota Kupang melalui kepemimpinan dr. Christian Widodo dan Dinas Kesehatan Kota Kupang bersama Badan Eksekutif PKBI Kota Kupang. Pelaksanaan di lapangan turut didukung oleh Lurah Oebobo bersama staf, para ketua RT dan RW, tim radiologi dari Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli Kupang, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Oebobo.
Dalam pemaparannya di lokasi kegiatan, Kepala Bidang SDK Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Yonita Tukan, menjelaskan bahwa Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi melalui udara ketika penderita yang belum menjalani pengobatan mengeluarkan percikan dahak saat batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi tanpa menggunakan masker.
“Pemeriksaan hari ini adalah pemeriksaan TB yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis. TB adalah infeksi menular melalui udara, dan kita semua yang ada di sini, siapa pun juga, bisa tertular. Karena itu, kegiatan tracing ini penting untuk memastikan apakah kita sehat atau tidak,” ujar dr. Yonita di hadapan warga yang hadir.
Selain aspek medis, pihak Dinas Kesehatan dan tenaga medis juga menekankan pentingnya dukungan sosial bagi pasien. Masyarakat diingatkan agar tidak mengucilkan penderita TB, melainkan memberikan dukungan moril.
”Jika ada di antara kita yang menderita TB, tidak perlu dikucilkan. Kita dukung dia supaya mau minum obat sampai dengan selesai, supaya kita semua bisa sehat,” pesan dr. Yonita.
Melalui integrasi tracing dan pemeriksaan kesehatan gratis ini, pemerintah berupaya memperluas jangkauan deteksi dini demi menekan penyebaran kasus TB secara efektif di tengah masyarakat. (DWN/gpi)
