KUPANG, PENA INDONESIA— Menghadapi ancaman krisis iklim yang kian nyata dan merembet ke berbagai lini, Pemerintah Kota Kupang mengambil langkah konkret. Melalui dukungan Catholic Relief Services (CRS) Indonesia lewat program CAPACities (Kemitraan Aksi Iklim di Kota-Kota Asia), digelar kegiatan “Penguatan Kapasitas dan Mekanisme Koordinasi Kelompok Kerja Teknis Perubahan Iklim Tingkat Kota” di Hotel NEO Kupang, Kamis (17/9/2026).
Dampak perubahan iklim saat ini tidak lagi berdiri sendiri. Ia telah merangsek ke berbagai sektor strategis: mulai dari lingkungan hidup, pengurangan risiko bencana, perlindungan sosial, pendidikan, perikanan, hingga infrastruktur dan perencanaan pembangunan daerah.
Sekretaris Bappeda Kota Kupang, Imelda Fongi, menegaskan bahwa koordinasi lintas perangkat daerah adalah kunci agar penanganan krisis ini tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas.
“Penguatan koordinasi menjadi penting agar upaya adaptasi perubahan iklim tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang dilaksanakan bersama oleh perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya,” ujar Imelda.
Tujuan Utama: Dari Dokumen ke Aksi Nyata
Fokus utama dari kegiatan ini sangat jelas dan terarah. Program ini didesain bukan sekadar menjadi wadah diskusi formal atau tukar informasi biasa. Tujuan utamanya adalah memastikan Rencana Aksi Daerah Adaptasi-Mitigasi Perubahan Iklim (RAD-API) benar-benar hidup dan dieksekusi di lapangan.
Secara konkret, penguatan Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang ini diarahkan untuk mencapai dua target krusial:
- Menyelaraskan Prioritas: Mengidentifikasi dan meninjau kembali prioritas tindak lanjut RAD-API di tingkat kota agar selaras dengan kebutuhan faktual di lapangan.
- Eksekusi Aksi Nyata: Mengawal implementasi 1 hingga 2 aksi prioritas secara lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah terkait secara terkoordinasi, yang progresnya akan dipantau secara berkala melalui mekanisme Pokja.
Melalui sinergi ini, Kelompok Kerja Teknis Perubahan Iklim didorong menjadi mesin penggerak utama mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi kebijakan iklim daerah.
Dukungan program CAPACities sendiri merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk memperkuat tata kelola iklim yang inklusif, sekaligus mendongkrak kapasitas pemerintah daerah beserta para pemangku kepentingan dalam merespons risiko iklim secara tepat sasaran.
Dengan fondasi koordinasi lintas sektor yang semakin solid, Kota Kupang optimis mampu bergerak lebih cepat menjadi kota yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman perubahan iklim. (LL/gpi)
