KUPANG, PENA INDONESIA– Kesehatan anak-anak adalah investasi masa depan yang tidak bisa ditawar. Menyadari hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kembali membuktikan komitmen nyatanya dengan menggelar khitanan massal bagi 100 anak di Kelurahan Namosain.
Program yang dimotori oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kupang ini merupakan agenda sosial yang punya sejarah panjang. Pemkot Kupang tercatat konsisten merawat tradisi kepedulian ini sejak tahun 1997 silam—sebuah konsistensi yang patut diacungi jempol di tengah dinamisnya pergantian kepemimpinan daerah.
”Ini merupakan kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1997. Hari ini ada 100 peserta usia 17 tahun ke bawah. Ini bentuk perhatian nyata kami untuk kesehatan anak-anak di Kota Kupang,” tegas perwakilan Pemkot Kupang di sela-sela peninjauan langsung, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan anak adalah prioritas utama.
Antusiasme Warga dan Sentuhan Humanis Nakes
Sejak pagi hari, lokasi kegiatan sudah dipadati warga. Antusiasme para orang tua begitu tinggi untuk memanfaatkan program gratis ini. Meski ketegangan dan rasa takut sempat menyelimuti wajah anak-anak sebelum tindakan medis, situasi tetap berjalan kondusif.
Kunci sukses di lapangan berada di tangan para Tenaga Kesehatan (Nakes). Pemkot Kupang memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para nakes yang bekerja dengan pendekatan humanis dan ramah. Hasilnya, rasa takut anak-anak berhasil diredam, berubah menjadi keberanian demi kesehatan jangka panjang mereka.
Menjaga Asa Selama Tiga Dekade
Melalui program yang telah bertahan selama hampir tiga dekade ini, Pemkot Kupang tidak hanya berhasil meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga meletakkan fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi muda yang bersih dan sehat. Konsistensi seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat: program konkret yang langsung menyentuh akar kebutuhan warga, bukan sekadar janji di atas kertas.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
