KUPANG, PENA INDONESIA — Pemerintah Kota Kupang turun tangan memastikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak yang menjadi korban kekerasan di Kelurahan Batuplat mendapat penyelesaian.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang mendatangi kediaman korban pada Rabu (14/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kendala administrasi kesehatan yang sebelumnya sempat menunggak karena kondisi keluarga yang sedang sakit dapat dituntaskan sepenuhnya.
Prioritaskan Penanganan Medis Korban
Dalam penanganan persoalan tersebut, Wali Kota bersama Dinas Kesehatan telah berkoordinasi langsung dengan pihak RS Ben Mboi. Langkah ini diambil agar kedua korban dapat segera menjalani perawatan medis tanpa terkendala urusan administratif.
“Kebutuhan medis korban harus menjadi prioritas utama, tanpa harus menunggu seluruh persoalan administrasi selesai,” ujar Wali Kota dalam peninjauannya.
Penyelesaian administrasi kini telah dituntaskan oleh Pemerintah Kota Kupang. Dengan kepastian ini, kedua korban diharapkan dapat memperoleh fasilitas kesehatan secara maksimal serta menjalani proses pemulihan fisik maupun psikis dengan lebih baik.
Wujud Respons Cepat Pemerintah
Kunjungan langsung Wali Kota dan Kepala Dinas Kesehatan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap warga yang berada dalam situasi darurat. Koordinasi lintas sektor dan jaminan akses layanan kesehatan menjadi hal krusial agar korban tidak lagi terbebankan oleh persoalan biaya saat membutuhkan pertolongan medis.
Sebagaimana diketahui, ibu dan anak tersebut menjadi korban penyerangan brutal oleh oknum pelaku yang kini telah diamankan oleh pihak kepolisian. Peristiwa tragis itu terjadi pada pagi hari saat suami korban sedang bekerja di luar rumah.
Kedua korban diserang di dalam rumah hingga mengalami luka serius akibat senjata tajam pada bagian kaki saat sedang melakukan ibadah renungan pagi. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melarikan kedua korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Proses Hukum Tetap Berjalan
Insiden ini tidak hanya menyisakan trauma dan masalah keamanan, tetapi juga mendesaknya kebutuhan perawatan serta pemulihan korban. Oleh sebab itu, penuntasan administrasi kesehatan serta sinergi dengan rumah sakit menjadi prioritas Pemkot Kupang.
Sementara itu, terkait perkembangan proses hukum dan pengungkapan motif penyerangan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pena Indonesia akan terus memantau perkembangan kasus ini, baik dari sisi penegakan hukum maupun proses pemulihan kesehatan para korban. (DWN/gpi)
