KUPANG, PENA INDONESIA — Upaya penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS di Kota Kupang terus dipacu. Kali ini, langkah pencegahan dilakukan melalui aksi edukasi yang strategis dan kolaboratif.
Pada Kamis (1/10/2026), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang bergandengan tangan dengan Tim Eksekutif PKBI. Mereka menggelar aksi sosialisasi yang menyasar para pekerja di sejumlah tempat hiburan malam.
Langkah masif ini mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Beliau menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok populasi yang rentan.
Di lapangan, tim gabungan bergerak secara inklusif menyusuri titik-titik pusat hiburan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pengelola Program KPA Kota Kupang, Siti Hasnah, bersama Sekretaris KPA, Jems Bore.
Siti Hasnah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pekerja. Mereka dibekali pemahaman mengenai bahaya Infeksi Menular Seksual (IMS), pentingnya alat kontrasepsi, serta urgensi tes kesehatan secara berkala.
Sementara itu, narasumber dari Tim Eksekutif PKBI, dr. Ayu Meriska Fanggidae, hadir sebagai pemateri utama. Dokter Ayu memaparkan materi penting terkait kesehatan reproduksi secara komprehensif.
Dalam sesi tersebut, dr. Ayu menekankan pentingnya menjaga organ reproduksi. Selain itu, beliau juga menjelaskan cara menerapkan perilaku seksual yang aman agar terhindar dari potensi penyakit menular.
Tidak hanya memberikan materi, tim KPA dan PKBI juga membagikan brosur informasi. Bahkan, petugas memfasilitasi layanan konseling dan pemeriksaan darah gratis (Voluntary Counseling and Testing atau VCT) di lokasi.
Oleh karena itu, Pemkot Kupang bersama KPA dan PKBI berharap kegiatan ini bisa menghapus stigma negatif masyarakat. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mandiri bagi para pekerja untuk rutin memeriksakan diri.
Hasilnya, pihak pengelola tempat hiburan malam menyambut baik inisiatif ini. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung lingkungan kerja yang aman, sehat, dan responsif terhadap isu kesehatan reproduksi. (DWN/gpi)
