KUPANG, PENA INDONESIA—Suasana duka menyelimuti Bandara Internasional El Tari Kupang. Jenazah Almarhumah Willi Mbuik, salah satu korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tiba di Kupang dengan pengawalan dan sambutan penuh haru dari pihak keluarga serta jajaran pemerintah, Sabtu (12/9/2026) pagi.
Jenazah tiba menggunakan maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID6540 tepat pukul 05.57 WITA. Kehadiran almarhumah di terminal kargo bandara langsung disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang telah menanti sejak pagi hari.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, bersama pimpinan perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang turut hadir di lokasi untuk memimpin proses penjemputan resmi.
Sesaat setelah pesawat mendarat dan peti jenazah diturunkan, petugas Satpol PP Provinsi NTT membentangkan Bendera Merah Putih untuk mengiringi proses pengusungan peti menuju mobil jenazah. Upacara penghormatan singkat yang dipimpin langsung oleh Wagub Johni Asadoma digelar di area terminal kargo sebagai bentuk penghormatan terakhir pemerintah daerah kepada almarhumah.
Diberangkatkan ke Pulau Rote
Usai upacara penghormatan, iringan-iringan kendaraan roda dua dan roda empat yang membawa jenazah bergerak meninggalkan Bandara El Tari menuju Pelabuhan Bolok. Rombongan melintasi Jalan Adisucipto Penfui, Jembatan Petuk, hingga jalur lingkar luar Kota Kupang di tengah kepadatan arus lalu lintas pengantar.
Setibanya di Pelabuhan Bolok, Wagub Johni Asadoma turun langsung untuk berkoordinasi dengan jajaran PT ASDP Indonesia Ferry guna memastikan kelancaran proses penyeberangan jenazah.
Setelah koordinasi selesai, dilakukan penyerahan secara simbolis kepada pihak ASDP yang diterima langsung oleh kapten bersama kru KM Lakaan di depan pintu masuk kapal.
Yohanes Baba, paman kandung almarhumah, menjelaskan kepada awak media bahwa jenazah selanjutnya diberangkatkan menggunakan kapal ferry KM Lakaan menuju pelabuhan di Pulau Rote.
“Rencananya, jenazah almarhumah Willi Mbuik akan dimakamkan di Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, pada hari Minggu, 13 September 2026,” ujar Yohanes di Pelabuhan Bolok.
Tragedi penembakan yang merenggut nyawa almarhumah Willi Mbuik bersama dua korban lainnya di Papua Pegunungan pada 9 September lalu ini menyita perhatian luas publik nasional, mengingat eskalasi keamanan yang terus menjadi sorotan tajam di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan pendampingan penuh terhadap pemulangan jenazah hingga tiba di kampung halaman untuk dimakamkan.
Segenap pimpinan dan redaksi Garis Pena Indonesia turut berdukacita yang mendalam atas wafatnya Almarhumah Willi Mbuik. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. (ria)
