KUPANG, PENA INDONESIA– Pihak Universitas Nusa Cendana (UNDANA) menggelar konferensi pers resmi untuk memberikan klarifikasi transparan atas isu hangat yang menjadi perhatian publik mengenai mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan dosen pembimbingnya pada Rabu, 5 Agustus 2026. Melalui pimpinan universitas, UNDANA menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus memaparkan langkah penanganan komprehensif yang sedang berjalan. Rektor UNDANA, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., ditegaskan sangat menaruh perhatian penuh (concern) terhadap penyelesaian masalah ini.
Kondisi Kesehatan Mahasiswi dan Dosen
UNDANA meluruskan simpang siur mengenai kondisi kesehatan mahasiswi yang bersangkutan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mahasiswi tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan hingga tahap depresi seperti yang ramai diberitakan. Ia mengalami kelelahan dan kecemasan yang berdampak pada fisik, namun kini kondisinya sudah membaik dan telah berada di kediamannya.
Sebagai bentuk kepedulian, pihak universitas telah mendatangi mahasiswi tersebut baik saat di rumah sakit maupun di rumahnya, sekaligus menyambangi dosen penguji yang bersangkutan. UNDANA menegaskan bahwa kedua belah pihak—baik mahasiswa maupun dosen—berhak mendapatkan pendampingan psikologis. Upaya mediasi dan pertemuan langsung akan segera difasilitasi setelah masa pemulihan kedua belah pihak selesai.
Klarifikasi Isu Pembatalan Skripsi 12 Kali
Pihak universitas membantah tegas narasi yang menyebutkan adanya pembatalan ujian skripsi hingga 12 kali. Yang terjadi sebenarnya adalah penyesuaian jadwal seminar proposal dan seminar hasil yang dipicu oleh akumulasi keterbatasan waktu antara dosen pembimbing, penguji, mahasiswa, serta penataan di tingkat program studi dan fakultas.
UNDANA juga memastikan bahwa komunikasi antara penguji dan mahasiswa sejauh ini berjalan sangat baik, di mana sebagian besar pertanyaan dan koordinasi jadwal dijawab dengan memadai.
Pembentukan Tim Investigasi dan Pembenahan Akademik
Guna menyelesaikan persoalan secara berimbang, UNDANA telah mengambil beberapa tindakan strategis:
- Pembentukan Tim Klarifikasi & Investigasi: Tim independen ini bertugas mengumpulkan fakta, bukti, dan keterangan dari berbagai pihak terkait (mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, pimpinan prodi, fakultas, hingga tenaga kependidikan) secara objektif dan komprehensif.
- Audit Administrasi & SOP: Dilakukan penelaahan ulang terhadap seluruh dokumen akademik, mulai dari jadwal ujian, surat penugasan dosen, pembagian pembimbing/penguji, hingga korespondensi resmi guna memastikan kesesuaian dengan aturan yang berlaku.
- Evaluasi Tata Kelola: Hasil investigasi akan dijadikan dasar untuk menyusun rekomendasi perbaikan SOP, khususnya pada mekanisme penjadwalan ujian skripsi, koordinasi antar-unit, sistem komunikasi mahasiswa, serta prosedur penanganan situasi darurat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Komitmen Akuntabilitas dan Imbauan Publik
Konferensi pers ini digelar sebagai wujud keterbukaan informasi dan akuntabilitas publik. Hasil kerja tim investigasi nantinya akan kembali diinformasikan kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat.
Sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kerahasiaan data pribadi pihak-pihak yang terlibat, UNDANA membuka diri terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat NTT maupun publik luas. Pihak universitas berharap dukungan moril dan doa dari semua pihak agar proses pemulihan berjalan lancar, iklim akademik kembali kondusif, dan UNDANA dapat terus melesat membawa dampak positif bagi sesama. (dw/gpi)
