KUPANG, PENA INDONESIA – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang bergerak cepat dalam menekan angka penularan HIV/AIDS di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, KPA resmi meluncurkan kegiatan Mobile VCT (Voluntary Counseling Testing) atau tes HIV keliling yang menyasar langsung populasi kunci dan kelompok berisiko tinggi.
Sekretaris KPA Kota Kupang, Julius Tanggu Bore (yang akrab disapa James Bore), menjelaskan bahwa aksi jemput bola ini difokuskan pada pekerja seks komersial (PSK) serta para pekerja di dunia hiburan malam yang tersebar di wilayah Kota Kupang.
”Hari ini, Selasa 9 Juni 2026, merupakan hari pertama pelaksanaan Mobile VCT. Sebagai langkah awal, kami memulainya dari wilayah Kecamatan Kelapa Lima,” ujar James Bore saat diwawancarai.
Pada hari perdana ini, tim gabungan menyisir beberapa titik strategis di tiga kelurahan, yaitu:
1. Kelurahan Oesapa Barat
2. Kelurahan Oesapa Selatan
3. Kelurahan Kelapa Lima
Memetakan Tren Kasus dan Edukasi Seks Aman
Menurut James, kegiatan ini memiliki tujuan ganda. Selain untuk memperbarui data dan memantau perkembangan tren kasus HIV terkini di Kota Kupang—khususnya di Kecamatan Kelapa Lima—Mobile VCT ini juga menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai penularan virus.
Langkah taktis ini diakui sangat sejalan dengan program prioritas Penjabat Wali Kota Kupang yang menaruh perhatian serius pada isu kesehatan masyarakat, khususnya pengendalian HIV/AIDS.
”Bapak Wali Kota Kupang telah menegaskan kepada KPA untuk terus bersinergi dengan Dinas Kesehatan. Kita diminta aktif menjangkau spot-spot populasi kunci ini. Jadi, selain melakukan tes kesehatan di tempat, kami juga memberikan edukasi mendalam agar mereka lebih peduli pada kesehatan diri, memahami konsep seks aman, dan menjauhi perilaku seks yang berisiko tinggi,” tambahnya.
Setia pada Pasangan dan Jauhi Perilaku Berisiko
Melalui momentum ini, KPA Kota Kupang juga menitipkan pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Kupang agar lebih mawas diri dan menjaga gaya hidup yang sehat.
Di akhir keterangannya, James Bore berharap masyarakat dapat memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan ini dengan memulainya dari diri sendiri dan keluarga.
”Harapan kami kepada seluruh warga Kota Kupang, jauhilah perilaku seks bebas dan perilaku seks berisiko. Setialah pada pasangan Anda. Namun, jika sampai terjadi perilaku yang tidak terkontrol, gunakanlah pengaman (kondom) agar Anda tidak menjadi bagian dari kasus-kasus baru HIV di Kota Kupang,” tutup James tegas.
Liputan: Tim Redaksi Garis Pena Indonesia
